Seperti kebiasaan setiap harinya, aku bangun tidur, mandi, makan, dan bikin secangkir KOPI SUSU sebagai teman membaca surat kabar harian di rumahku atau bahkan untuk menghilangkan sedikit rasa ngantuk yang masih tersisa. Kebetulan saat itu aku lg asyik baca kolom blogger (www.kayuhbaimbai.org) mengenai keluh kesah salah seorang blogger (http://syamsuddin-ideris.blogspot.com) tentang kondisi jalan didaerahnya. Tokoh dalam cerita itu adalah seorang pendidik (judul postingan “Oemar Bakrie di Garis Depan”) yang setiap harinya berangkat kerja harus melewati jalan yang konon katanya seperti “Adonan” hehehehe…… Setelah selesai membaca postingan, aku meneruskan membaca pada kolom komentar, dan baru sampai pada komentar dari http://pakacil.net, istriku teriak cukup keras seperti halnya orang yang lagi liat hantu atau tumpukan duit trilliunan rupiah bahkan….. (tapi biasanya kalau orang liat tumpukan duit kebanyakkan DIAM2 AJA YAH…???. kalau begitu pas liat hantu aja deh. Red). Pada saat itu kan aku ingat istriku lg mandi, kok bisa2nya dia teriak sangat kencang (apa udah takut mandi yah…???). setelah aku samperin Dia dengan penuh bertanya-tanya, ternyataaaaaaaaaaaa…….!!!! air di bak mandi rumahku yang tadinya “CUKUP” bening ternyata berubah menjadi “COKLAT SUSU PEKAT”. Aku sih sebenarnya tidak begitu kaget dengan hal itu, tapi kebetulan istriku asalnya bukan dari daerah (Banjarbaru. Red) sini, yah maklum saja dia kaget liat air yang warnanya seperti itu (kalau sungai mungkin dah biasa. Red). Permasalahan lain timbul lantaran Dia belum selesai bilas, dan sekujur badannya masih penuh dengan busa. Mau diterusin bilas dengan menggunakan air tadi yang sudah berubah warna hasil “SULAP” atau mungkin juga hanya sekedar “FENOMENA ALAM” yah jadi agak malas bahkan traumatis untuk Dia, karena kebetulan dua minggu yang lalu Dia baru saja mengalami alergi pada kedua telapak tangan dan kakinya (mungkin akibat campuran KOPI, SUSU, atau COKLAT yang digunakan tersebut sudah kadaluarsa atau bahkan mengandung formalin jangan2…???). Alhamdulillah untungnya dirumahku masih ada sumur yang dapat diambil airnya, jadinya bisa deh selesain mandinya. Sembari menyiapkan tempat untuk menampung air dari sumur dengan menggunakan ember dan baskom yang sebenarnya digunakan untuk keperluan cuci pakaian (sori Mi, terpaksa) sehari-harinya, aku mencoba berkelakar untuk sekedar menghibur istriku yang kebetulan sedang mengalami homesick berat saat ini. Aku menceritakan kalau hal itu adalah sepele. Aku bilang, jangankan air untuk mandi yang kita bayar tiap bulannya itu yang berwarna COKLAT, tapi disini pantainya pun juga dikasih KOPI, SUSU atau COKLAT juga hehehehe…….!@#%$%^$%*&. Kira-kira kalau kita kasih gula rasanya seperti apa yah…??? rasa KOPI SUSU atau COKLAT…??? enaknya sih mungkin simple aja karena tinggal ambil air di bak mandi terus dipanasin sedikit baru ditambahkan gula tanpa susah payah menambahkan KOPI, SUSU, atau COKLAT lagi yang dibeli dengan jalan kaki beberapa ratus meter di warung sebelah hehehhee………!!!
Aku sedikit protes juga pada waktu itu, karena aku harus nguras bak mandi dan mengisinya lagi dengan air yang “CUKUP’ bening nantinya, itupun aku diharuskan bersabar menunggu airnya berubah warna kembali entah sampai kapan hehehe….. dan juga kami sekeluarga terus terang “TIDAK SUKA” pakai air yang seperti itu untuk mandi, takut lengket atau bahkan bisa2 malah digerayangi semut (bukan bermaksud “SOMBONG”. Red). Sepengetahuan saya, selama ini kami tidak pernah mengajukan permohonan kepada pihak PeDeAeM didaerahku untuk menambah semacam fasilitas tambahan seperti campuran KOPI, SUSU, atau COKLAT, dkk kedalam air yang akan disalurkan kerumah kami. Kami “CUKUP” bisa minum dan mandi dengan “AIR TIDAK BERWARNA” saja itu sudah sangat menyehatkan bagi kami. Padahal kami sekeluarga juga “TIDAK SUKA” minum KOPI, SUSU, atau COKLAT, dkk (dalam kasus ini. Red) hehehehe……
MAAF SEKALI LAGI KAMI TIDAK PESAN YA PAK, BU, OM, dan TANTE yang di PeDe aEm……!!!
Komentar untuk http://syamsuddin-ideris.blogspot.com :
Mungkin nasib kita hampir sama Pak, kami juga mengalami hal yang cukup menyedihkan. JANGANKAN UNTUK JALAN, MANDI SAJA KAMI SUSAH. Bagaimana mungkin mau keluar jalan kalau tidak mandi (mungkin saja sih. Red), tapi kalau tidak GOSOK GIGI gimana dong…??? untungnya saya pengangguran nih saat ini, jadi tidak perlu keluar2 rumah dulu dan yang tau cuma Allah SWT, kami sekeluarga, dan teman2 yang baca postingan ini (syuuutzzz jgn bilang2 yah…….!!!)
